Belakangan aku merasa sulit untuk fokus. Aku bisa, pura-pura sedang mendengar kan omongan seseorang, padahal aku hampir sama sekali tidak mendengarkannya. Aku bisa memasang wajah bahwa aku sedang memerhatikan seseorang yang sedang bercerita panjang lebar, padahal hampir tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut nya masuk ke kupingku. Aku bisa membuka ponselku, memiringkannya ke posisi horizontal, memutar film berdurasi dua jam lebih, tapi hampir tidak menonton nya.
I was dreaming of the past
and my heart was beating fast
I began to lose control
I began to lose control
Di atas adalah kutipan dari pembuka lagu John Lennon yang berjudul Jealous Guy. Deretan lagu John Lennon memenuhi antrian lagu yang kuputar di Spotify dalam beberapa bulan terakhir. Mendengar lagu adalah rutinitas keseharianku. Aku mendengarkan lagu mulai dari di atas kasur, kamar mandi, ruang kelas, sampai warung kopi. Di mana-mana. Tapi mendengarkan lagu sewaktu mengendarai sepeda motor menggunakan earphone adalah pengalaman khusyuk tersendiri. Ketika jalanan sedang senggang, tidak begitu bising (biasa nya, sih, malam hari), Kuatur bunyinya begitu kencang sampai-sampai aku tidak bisa mendengar, sekecil apapun itu, suara kendaraan yang lalu-lalang.
