Senin, 14 Oktober 2019

Balada Harian

Belakangan aku merasa sulit untuk fokus. Aku bisa, pura-pura sedang mendengar kan omongan seseorang, padahal aku hampir sama sekali tidak mendengarkannya. Aku bisa memasang wajah bahwa aku sedang memerhatikan seseorang yang sedang bercerita panjang lebar, padahal hampir tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut nya masuk ke kupingku. Aku bisa membuka ponselku, memiringkannya ke posisi horizontal, memutar film berdurasi dua jam lebih, tapi hampir tidak menonton nya.

I was dreaming of the past
and my heart was beating fast
I began to lose control
I began to lose control

Di atas adalah kutipan dari pembuka lagu John Lennon yang berjudul Jealous Guy. Deretan lagu John Lennon memenuhi antrian lagu yang kuputar di Spotify dalam beberapa bulan terakhir. Mendengar lagu adalah rutinitas keseharianku. Aku mendengarkan lagu mulai dari di atas kasur, kamar mandi, ruang kelas, sampai warung kopi. Di mana-mana. Tapi mendengarkan lagu sewaktu mengendarai sepeda motor menggunakan earphone adalah pengalaman khusyuk tersendiri. Ketika jalanan sedang senggang, tidak begitu bising (biasa nya, sih, malam hari), Kuatur bunyinya begitu kencang sampai-sampai aku tidak bisa mendengar, sekecil apapun itu, suara kendaraan yang lalu-lalang.

Jumat, 11 Oktober 2019

Dead Poets Society: Menggugat Relasi Guru dan Murid

Sutradara : Peter Weir
Durasi : 128 Menit 
Tahun Rilis : 1989

Tulisan ini telah diterbitkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa DIANNS dalam Buletin RADIKAL Edisi September 2019. (Akses lengkap Buletin disini.)


Akademi Welton telah berdiri selama lebih dari 100 tahun, hal ini membawa kepada terbentuknya satu tradisi kuat yang dianut oleh sekolah. Akademi Welton memiliki bangunan fondasi yang dianalogikan sebagai 4 pilar dasar: Tradition, Honor, Discipline, Excellence. Empat pilar dasar ini yang kemudian diturunkan dalam aktivitas bersekolah, mulai dari belajar-mengajar di kelas sampai keseharian muridnya di luar ruang kelas. 

Aktivitas belajar-mengajar di kelas adalah salah satu aktivitas primer yang ada di sekolah formal. Kehadiran guru sebagai pengajar dan siswa sebagai murid yang diajar merupakan titik poin penting dalam melihat kualitas pendidikan di sekolah. Film yang memenangi empat nominasi dalam Oscar, termasuk Best Picture ini secara gamblang mem - bongkar bagaimana proses pendidikan justru menuju proses dehumanisasi dan berlawanan dengan semangat pendidikan yang membebaskan.